Sam Poo Kong Semarang, Wisata Sejarah Populer dan Unik

oleh -76 Dilihat
banner 468x60

Wisata Sejarah Populer dan Unik, Sam Poo Kong di Semarang

Bhiji.com – Sam Poo Kong Semarang menjadi wisata sejarah populer yang memukau lewat relief batu, lukisan dinding & akulturasi budaya Jawa-Tionghoa yang kental dengan nuansa seni. Tempat ini wajib masuk daftar kunjungan saat berlibur ke Semarang.

banner 336x280

Sejarah Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong berdiri di Jalan Simongan No. 129, Bongsari, Kecamatan Semarang Barat & dikenal sebagai klenteng Tionghoa tertua di Semarang. Nama tempat ini erat kaitannya dengan kisah Laksamana Zheng He atau Cheng Ho, penjelajah muslim asal Tiongkok yang singgah di pantai Simongan karena juru mudinya, Wang Jing Hong, jatuh sakit. Sebuah gua batu di kawasan itu dijadikan tempat beristirahat & mengobati, hingga akhirnya dibangun petilasan untuk mengenang jasa sang laksamana. Julukan Gedung Batu pun melekat karena bentuk bangunan utamanya menyerupai gua batu besar di atas bukit.

Relief Batu, Karya Seni yang Menceritakan Sejarah

Salah satu daya tarik seni paling khas di Sam Poo Kong adalah relief batu yang menghiasi dinding luar bangunan utama. Relief ini dipahat oleh seniman asal Bali menggunakan batu yang didatangkan langsung dari Tiongkok & menggambarkan kisah ekspedisi Laksamana Cheng Ho selama tiga puluh tahun di abad ke-15. Setiap ukiran pada relief tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan karya seni gambar naratif yang menuturkan perjalanan panjang sang laksamana melintasi lautan hingga tiba di tanah Jawa.

Lukisan Dinding Penuh Kisah Akulturasi

Selain relief, wisatawan juga bisa menikmati lukisan dinding yang berada di area gua besar bagian belakang klenteng. Lukisan ini menceritakan bagaimana ajaran Islam yang dibawa Cheng Ho berpadu dengan budaya lokal, termasuk kisah pengajaran bercocok tanam kepada masyarakat setempat hingga kisah pengawalan seorang putri yang hendak dipersunting raja Malaka. Lukisan ini bahkan dilengkapi terjemahan dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris & Mandarin, sehingga wisatawan lebih mudah memahami makna & sejarah di baliknya.

Arsitektur yang Memadukan Dua Budaya

Desain Sam Poo Kong memadukan gaya arsitektur Jawa d& Tionghoa secara harmonis, ditandai dengan warna merah mencolok, atap pagoda berlapis tiga, serta ornamen ukiran yang detail & penuh warna. Di halaman depan berdiri patung Laksamana Cheng Ho setinggi hampir sepuluh meter, dilengkapi dua patung kecil dari kayu cendana & porselen yang melambangkan dua kali kedatangannya ke Semarang, yakni pada 1406 dan 1416.

Nikmati Pertunjukan Budaya

Tak hanya menyuguhkan seni visual lewat relief dan lukisan, Sam Poo Kong pada momen tertentu juga menggelar pertunjukan budaya yang menghadirkan unsur seni pertunjukan khas akulturasi Jawa-Tionghoa, seperti barongsai & liong. Pertunjukan ini semakin ramai digelar menjelang perayaan Imlek, saat kawasan klenteng dipadati wisatawan & warga yang ingin bersembahyang sekaligus menyaksikan atraksi budaya.

Informasi Kunjungan

Sam Poo Kong buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB dengan tiket masuk yang terjangkau, mulai dari tiket umum hingga tiket terusan untuk menikmati area klenteng, relief batu, pohon rantai & spot foto Fushimi Inari. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi atau sore hari agar suasana lebih sejuk dan foto-foto arsitektur klenteng terlihat lebih maksimal.

Kenalan dengan Sanggar Seni Bhineka Aji BHIJI

Kekayaan seni relief, lukisan dinding & pertunjukan budaya di Sam Poo Kong bisa menjadi inspirasi untuk terus mendalami dunia seni rupa & seni pertunjukan melalui Sanggar Seni Bhineka Aji BHIJI. Sanggar ini membuka kelas seni lukis dan tari bagi anak-anak hingga dewasa yang ingin mengasah bakat sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah, seperti yang tercermin dari keindahan seni akulturasi di Sam Poo Kong Semarang.

banner 504x1254

No More Posts Available.

No more pages to load.