Legenda dan Keindahan Pasir Berisik Pantai Parangkusumo
Bhiji.com – Pantai Parangkusumo & fenomena Pasir Berbisik di Gumuk Pasir Parangkusumo membuat kawasan pantai selatan Yogyakarta ini kaya legenda Nyi Roro Kidul sekaligus jadi sumber inspirasi seni tari & seni lukis yang memikat wisatawan.
Pesona Alam Pantai Berpasir Hitam
Terletak di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Pantai Parangkusumo berdampingan langsung dengan Pantai Parangtritis yang lebih populer. Hamparan pasir hitam vulkanik, deburan ombak Samudra Hindia yang kuat, serta garis pantai yang memanjang menjadikan tempat ini punya karakter berbeda dibanding pantai-pantai lain di Yogyakarta. Suasananya terasa tenang di pagi hari, namun berubah dramatis saat senja ketika langit jingga berpadu dengan riak air laut selatan.
Legenda Nyi Roro Kidul yang Melekat Abadi
Nama Pantai Parangkusumo tidak bisa dilepaskan dari kisah spiritual antara Keraton Yogyakarta & Nyi Roro Kidul, penguasa Laut Selatan. Konon, di pantai inilah Panembahan Senopati bertapa hingga bertemu sang ratu & dari pertemuan itu lahir ikatan gaib yang dipercaya masih dijaga keraton hingga kini melalui ritual labuhan. Kompleks Cepuri dengan dua batu besar yang dikenal sebagai Batu Cinta menjadi saksi legenda tersebut & hingga sekarang masih ramai dikunjungi peziarah maupun wisatawan yang penasaran dengan sisi mistisnya.
Fenomena Pasir Berbisik di Gumuk Pasir
Tak jauh dari bibir pantai, terhampar Gumuk Pasir Parangkusumo, gundukan pasir raksasa hasil proses alam ribuan tahun yang langka karena hanya ada beberapa di dunia. Julukan “Pasir Berbisik” muncul dari suara angin yang berhembus melintasi lekukan gumuk, menciptakan bunyi lembut seperti bisikan di antara butiran pasir yang bergeser perlahan. Tekstur gumuk yang berubah bentuk setiap waktu membuat setiap kunjungan selalu menghadirkan lanskap baru, sensasi yang jarang ditemui di destinasi pantai lain.
Saat Pasir Berbisik Menjadi Sumber Inspirasi Seni
Keunikan visual & bunyi alami Gumuk Pasir Parangkusumo lama menjadi magnet bagi para pelaku seni. Lekuk gumuk yang lembut & berbayang saat matahari terbit maupun tenggelam kerap dijadikan objek seni lukis lanskap, sementara gerak angin & pasir yang mengalir banyak menginspirasi koreografer menciptakan gerak tari yang lentur & mengalir, menggambarkan harmoni antara alam, bisikan angin & jiwa manusia. Tak heran jika kawasan ini juga sering dipilih sebagai lokasi pemotretan seni, sesi foto konsep budaya, hingga latar pertunjukan tari kontemporer yang mengangkat tema kearifan lokal pesisir selatan Jawa.
Sanggar Seni Bhineka Aji (BHIJI): Merawat Inspirasi dari Pasir Berbisik
Kekayaan cerita & keindahan alam Pantai Parangkusumo membuktikan bahwa budaya & seni Yogyakarta selalu berakar dari alam sekitarnya. Semangat itulah yang diusung oleh Sanggar Seni Bhineka Aji (BHIJI), sebuah sanggar seni yang berfokus mengembangkan bakat generasi muda di bidang tari & seni rupa dengan mengangkat nilai-nilai budaya Nusantara, termasuk kearifan lokal seperti legenda & keindahan alam pantai selatan.
Melalui pelatihan tari tradisional, tari kreasi, hingga seni lukis, Sanggar Seni Bhineka Aji BHIJI berupaya menjaga agar kisah & pesona seperti Pasir Berbisik Parangkusumo terus hidup dalam karya seni lintas generasi.







