Pura Mangkunegaran Solo, Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi

oleh -100 Dilihat
banner 468x60

Destinasi Wisata Solo Wajib Dikunjungi Pura Mangkunegaran

Bhiji.com – Pura Mangkunegaran Solo merupakan destinasi wisata budaya yang memadukan sejarah, seni tari Jawa & seni lukis dalam satu kawasan istana yang megah di jantung Kota Solo. Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Jawa lebih dalam.

banner 336x280

Sejarah Singkat Pura Mangkunegaran

Berdiri sejak 1757, Pura Mangkunegaran didirikan oleh Raden Mas Said atau Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I setelah lahirnya Perjanjian Salatiga. Sejak awal berdirinya, kompleks istana ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kadipaten Mangkunegaran, tetapi juga sebagai pusat pengembangan seni tari, gamelan, sastra & tata upacara adat Jawa. Nilai-nilai budaya tersebut terus dijaga oleh generasi penerus Mangkunegaran hingga sekarang, menjadikan pura ini sebagai warisan budaya hidup, bukan sekadar bangunan bersejarah yang beku oleh waktu.

Daya Tarik Arsitektur dan Seni Ukir

Begitu memasuki area utama, wisatawan akan disambut oleh Pendhapa Ageng, bangunan pendopo besar bergaya Jawa klasik. Pada bagian langit-langitnya terpampang lukisan batik Kumudowati yang dibuat dengan detail dan filosofi mendalam, mencerminkan kehalusan cita rasa seni Jawa. Di sekeliling kompleks, ukiran kayu dan relief khas Jawa menghiasi paviliun-paviliun, menceritakan kisah sejarah kerajaan lewat bahasa visual yang sarat makna.

Seni Tari Khas Mangkunegaran

Salah satu daya tarik utama Pura Mangkunegaran adalah pelestarian seni tari klasik bergaya Mangkunegaran, yang punya ciri gerak & pakem tersendiri dibanding gaya keraton lain. Beberapa tarian yang masih dilestarikan di antaranya Beksan Bedhaya Bedhah Madiun, Beksan Bedhaya Ladrang Mangungkung & Beksan Gatot Kaca Dadung Awuk. Pada hari-hari tertentu, pengunjung berkesempatan menyaksikan langsung pertunjukan tari, gamelan, hingga wayang kulit di area Pringgitan, ruang yang memang difungsikan sebagai panggung seni pertunjukan sejak dulu.

Koleksi Seni Lukis dan Benda Bersejarah

Di bagian Dalem Ageng, tersimpan koleksi pribadi keluarga Mangkunegaran mulai dari lukisan kuno, perhiasan, keris, hingga naskah& manuskrip beraksara Jawa. Museum di dalam kompleks juga menyimpan gamelan pusaka, wayang kulit, kereta kuda & pakaian kebesaran bangsawan yang memperlihatkan bagaimana seni rupa & seni lukis berkembang bersama tradisi istana dari masa ke masa.

Tips Berkunjung

Pura Mangkunegaran buka setiap hari pukul 08.00–15.00 WIB, kecuali hari Kamis yang tutup lebih awal pukul 14.30 WIB. Pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu, mengenakan pakaian sopan, serta melepas alas kaki saat memasuki area Pendhapa Ageng dan Pringgitan. Batik bermotif parang atau lereng & pakaian beludru juga tidak diperkenankan dikenakan di area ini karena dianggap sakral bagi keluarga kerajaan.

Kenalan dengan Sanggar Seni Bhineka Aji BHIJI

Ketertarikan pada seni tari & seni lukis khas Mangkunegaran seperti yang ada di Pura Mangkunegaran bisa terus dikembangkan melalui Sanggar Seni Bhineka Aji BHIJI. Sanggar ini menjadi wadah bagi anak-anak, remaja, hingga dewasa yang ingin belajar tari tradisional Jawa & seni lukis dengan bimbingan pengajar berpengalaman. Melalui sanggar ini, semangat pelestarian budaya Jawa yang telah dijaga oleh Mangkunegaran selama ratusan tahun dapat terus diwariskan ke generasi berikutnya, sekaligus menjadi ruang kreatif untuk mengembangkan bakat seni sejak dini.

banner 504x1254

No More Posts Available.

No more pages to load.