Pasar Klewer, Surga Belanja Batik Khas Kota Solo

oleh -23 Dilihat
banner 468x60

Surga Belanja Batik Pasar Klewer, Khas Kota Solo

Bhiji.com – Pasar Klewer Solo dikenal sebagai surga belanja batik & pusat grosir batik terbesar di Jawa Tengah, sekaligus saksi sejarah panjang bagaimana seni lukis batik ikut menghidupi kostum tari Jawa dari masa ke masa.

banner 336x280

Jantung Perdagangan Batik di Kota Solo

Berlokasi persis di sisi barat Keraton Surakarta & berdekatan dengan Masjid Agung Surakarta, Pasar Klewer telah lama menjadi ikon wisata belanja sekaligus denyut nadi perekonomian masyarakat Solo. Ratusan kios berjajar rapi menawarkan berbagai jenis kain, mulai dari batik tulis, batik cap, hingga batik printing dalam bentuk kain maupun busana siap pakai. Selain batik, pengunjung juga dapat menemukan lurik, kebaya, busana muslim, hingga aneka aksesori khas Solo dengan harga yang relatif terjangkau, menjadikan pasar ini favorit pembeli grosir maupun wisatawan yang berburu oleh-oleh.

Sejarah Panjang dari Pasar Slompretan hingga Klewer

Cikal bakal Pasar Klewer bermula sejak masa pendudukan Jepang pada era 1940-an, ketika kawasan bekas pemberhentian kereta kuda milik keraton mulai ramai digunakan warga untuk berjualan kain batik. Pasar ini sempat dikenal dengan nama Pasar Slompretan, merujuk pada bunyi klakson kereta kuda yang menyerupai terompet. Seiring waktu, para pedagang terbiasa menjajakan kain batik hanya dengan menggantungkannya di pundak sehingga terlihat kleweran atau menjuntai, dari sinilah nama Pasar Klewer melekat hingga kini. Pasar ini resmi dibangun bertingkat & diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1971, sempat mengalami kebakaran besar pada 2014, lalu direvitalisasi & dibuka kembali dengan wajah lebih modern pada 2017.

Batik: Seni Lukis di Atas Kain yang Terus Hidup

Di balik hiruk-pikuk transaksi jual beli, Pasar Klewer sebenarnya adalah galeri raksasa yang memamerkan salah satu bentuk seni lukis tertua Nusantara, yaitu batik. Setiap motif yang tergores lewat canting maupun cap merupakan hasil olah rasa & ketelitian tangan para perajin, banyak di antaranya berasal dari kampung batik Kauman yang letaknya tak jauh dari pasar ini. Corak parang, sidomukti, hingga truntum yang dijual di Klewer bukan sekadar hiasan kain, melainkan rangkaian simbol filosofi Jawa yang diwariskan turun-temurun, menjadikan setiap lembar batik sebagai karya seni gambar yang sarat makna.

Kaitan Erat dengan Dunia Seni Tari

Kain-kain batik dari Pasar Klewer juga punya peran penting dalam dunia seni pertunjukan, khususnya tari tradisional Jawa. Kostum tari klasik seperti Bedhaya, Srimpi, hingga Gambyong umumnya menggunakan kain batik bermotif khusus yang dipadukan dengan gerak tubuh penari untuk menghadirkan keindahan visual di atas panggung. Perpaduan antara lekuk gerak tari & guratan motif batik inilah yang menjadikan Solo dikenal sebagai kota budaya, tempat seni rupa & seni pertunjukan saling melengkapi & tumbuh berdampingan hingga sekarang.

Sanggar Seni Bhineka Aji (BHIJI): Menjaga Warisan Batik dan Tari

Kekayaan budaya yang lahir dari Pasar Klewer menjadi pengingat bahwa batik & tari adalah dua warisan yang tak terpisahkan dari identitas Jawa. Semangat melestarikan hal tersebut diusung oleh Sanggar Seni Bhineka Aji (BHIJI), sebuah sanggar seni yang membina generasi muda dalam bidang tari tradisional, tari kreasi & seni rupa dengan tetap mengangkat nilai budaya Nusantara.

Lewat pelatihan yang konsisten, Sanggar Seni Bhineka Aji BHIJI berupaya memastikan keindahan motif batik seperti yang ditemukan di Pasar Klewer terus hidup & menyatu dalam setiap gerak tari generasi penerus bangsa.

banner 504x1254

No More Posts Available.

No more pages to load.