Pulau Penyengat Tanjungpinang Wisata Sejarah Melayu

oleh -597 Dilihat
banner 468x60

Wisata Sejarah Melayu Pulau Penyengat Tanjungpinang

Bhiji.com – Pulau Penyengat Tanjungpinang adalah wisata sejarah Melayu di Kepulauan Riau yang memikat lewat Masjid Raya Sultan Riau, seni tari Zapin, seni lukis, dan budaya Melayu yang kaya.

banner 336x280

Pulau Penyengat adalah pulau kecil di seberang Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pada masa lampau, pulau ini menjadi pusat pemerintahan dan kebudayaan Kesultanan Riau-Lingga. Dari sinilah lahir banyak karya sastra dan tradisi Melayu, termasuk Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Kini, pulau yang hanya sekitar 15 menit dari Tanjungpinang ini menjadi destinasi favorit bagi pencinta sejarah, budaya, dan seni.

Wisata Sejarah Pulau Penyengat yang Wajib Dikunjungi

Ikon utama Pulau Penyengat adalah Masjid Raya Sultan Riau yang berwarna kuning cerah. Bangunan bersejarah ini dibangun pada abad ke-19 dan dikenal memiliki banyak kubah serta menara. Wisatawan juga dapat mengunjungi makam Raja Ali Haji, Balai Adat Melayu, serta reruntuhan istana dan benteng di sekitar pulau. Semua lokasi ini mudah dijangkau dengan berjalan kaki atau menggunakan becak motor khas setempat.

Seni Tari Melayu, Warisan Budaya yang Masih Hidup

Selain sejarah, Pulau Penyengat dan Tanjungpinang juga dikenal lewat seni tari Melayu. Tari Zapin adalah salah satu yang paling populer. Tarian ini memiliki langkah kaki yang lincah dan diiringi alat musik gambus serta rebana. Zapin sering tampil dalam penyambutan tamu, acara adat, dan festival budaya.

Ada pula tari Mak Yong, seni pertunjukan klasik Melayu yang memadukan tari, nyanyian, dan cerita. Seni ini berkembang di wilayah Kepulauan Riau dan telah diakui dunia sebagai warisan budaya takbenda. Bagi wisatawan, menyaksikan tarian Melayu secara langsung adalah cara terbaik untuk memahami nilai kesopanan, keramahan, dan kebersamaan masyarakat Melayu.

Seni Lukis dan Seni Gambar Bernuansa Melayu

Kekayaan seni rupa Melayu juga terlihat di Pulau Penyengat. Motif ukiran khas Melayu, seperti pucuk rebung dan awan larat, menghiasi rumah adat, pintu, dan berbagai bangunan tua. Motif flora yang meliuk indah ini sering menjadi inspirasi seniman lokal untuk karya lukisan, sketsa, kain, dan suvenir.

Kombinasi warna kuning dan hijau yang identik dengan budaya Melayu juga sering muncul dalam karya seni di pulau ini. Wisatawan bisa membawa pulang lukisan atau kerajinan bermotif Melayu sebagai kenang-kenangan, sekaligus ikut mendukung seniman dan pelaku usaha kecil setempat.

Tips Berwisata ke Pulau Penyengat

  • Naik kapal pompong dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. Perjalanannya hanya sekitar 15 menit.
  • Datanglah pagi hari agar bisa menjelajah pulau dengan nyaman sebelum cuaca terik.
  • Kenakan pakaian sopan, terutama saat memasuki masjid dan area makam.
  • Gunakan jasa pemandu lokal untuk mengetahui kisah sejarah dan makna di balik setiap bangunan.
  • Cari tahu jadwal festival atau pertunjukan seni di Tanjungpinang agar bisa menyaksikan tari Melayu secara langsung.

Mengenal Sanggar Seni Bhineka Aji BHIJI

Pelestarian seni dan budaya memerlukan dukungan banyak pihak, termasuk komunitas seni. Sanggar Seni Bhineka Aji BHIJI hadir sebagai wadah pembinaan dan pengembangan seni, khususnya seni tari, seni lukis, dan seni gambar. Melalui latihan, pembelajaran, dan kolaborasi, sanggar ini mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara, termasuk warisan seni Melayu. Dengan semangat kebhinekaan, BHIJI berupaya menjadikan seni sebagai jembatan yang mempersatukan masyarakat dari beragam latar belakang.

Pulau Penyengat membuktikan bahwa sejarah, seni, dan budaya dapat berpadu dalam satu perjalanan wisata. Dari masjid kuning yang megah hingga gerak tari Zapin yang anggun, setiap sudut pulau ini menyimpan cerita yang layak dikenal dan dijaga bersama.

banner 504x1254

No More Posts Available.

No more pages to load.