Makna Tri Hari Suci: Kamis Putih dan Perjamuan Terakhir Yesus Kristus

oleh -938 Dilihat

Dalam tradisi Gereja Katolik Roma, Kamis Putih merupakan bagian awal dari rangkaian Tri Hari Suci yang sangat sakral, yang berpuncak pada perayaan Paskah. Hari ini mengenang peristiwa mendalam ketika Yesus Kristus mengadakan Perjamuan Terakhir bersama para murid-Nya, sebagaimana dicatat dalam Injil.

Perjamuan Terakhir terjadi pada malam sebelum Yesus disalibkan. Dalam suasana penuh makna dan haru, Yesus berkumpul bersama kedua belas rasul-Nya untuk merayakan Paskah Yahudi. Namun, dalam momen ini, Ia memberikan makna baru yang sangat mendalam bagi umat Kristiani. Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya, lalu memberikannya kepada para murid sambil berkata, “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.” Demikian pula dengan anggur, Ia berkata, “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.”

Peristiwa ini menjadi dasar utama dari Sakramen Ekaristi dalam Gereja Katolik, yaitu perayaan misa kudus di mana umat mengenangkan sekaligus menghadirkan kembali pengorbanan Kristus. Oleh karena itu, Kamis Putih sering disebut sebagai hari kelahiran Ekaristi dan juga imamat, karena Yesus memberikan tugas kepada para rasul untuk “melakukan ini sebagai kenangan akan Aku.”

Selain itu, Injil juga mencatat tindakan Yesus yang sangat rendah hati, yaitu membasuh kaki para murid-Nya. Tindakan ini bukan sekadar simbol, tetapi sebuah teladan nyata tentang kasih, kerendahan hati, dan pelayanan. Yesus, sebagai Guru dan Tuhan, menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati adalah melayani, bukan dilayani.

Kamis Putih juga diwarnai dengan suasana refleksi yang mendalam. Setelah misa, biasanya diadakan adorasi Sakramen Mahakudus sebagai bentuk berjaga bersama Yesus, mengingat saat-saat Ia berdoa di Taman Getsemani sebelum ditangkap. Ini menjadi undangan bagi umat untuk ikut merasakan kesepian dan penderitaan yang akan dialami Kristus.

Secara keseluruhan, Kamis Putih bukan hanya mengenang sebuah peristiwa sejarah, tetapi juga mengajak umat untuk menghidupi nilai-nilai kasih, pengorbanan, dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari. Perjamuan Terakhir menjadi simbol cinta tanpa batas dari Yesus kepada umat manusia, yang terus dikenang dan dirayakan hingga saat ini.

Berminat mencari perlengkapan Ibadah, Kitab Suci atau buku-buku Rohani..? Silahkan klik dan kunjungi www.bhiji.com/shop atau “klik gambar dibawah ini untuk mendapatkan PROMO DISCOUNT & GRATIS ONGKOS KIRIM hari ini”. Happy Shopping..😊