Candi Cetho: Peninggalan Hindu di Lereng Gunung Lawu

oleh -756 Dilihat

Peninggalan Hindu Candi Cetho di Lereng Gunung Lawu

Bhiji.com – Candi Cetho adalah candi Hindu di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, yang kaya sejarah & relief, sehingga menarik bagi pecinta seni tari, seni Lukis & seni gambar.

Candi Cetho menjadi salah satu tujuan wisata sejarah yang banyak dicari wisatawan yang berkunjung ke Solo Raya. Candi Hindu peninggalan akhir masa Majapahit ini berada di kawasan pegunungan yang sejuk. Selain bernilai sejarah, bentuk bangunan & reliefnya menjadi sumber inspirasi bagi para seniman.

Lokasi Candi Cetho Karanganyar

Candi Cetho terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, di lereng sebelah barat Gunung Lawu. Jalan menuju ke sana menanjak, sempit & berkelok. Pengunjung disarankan berhati-hati & memastikan kendaraan dalam kondisi baik. Suasananya sejuk & sepi, cocok untuk mereka yang ingin menikmati wisata budaya dengan tenang.

Sejarah Candi Cetho dan Bentuk Bangunannya

Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-15, menjelang berakhirnya Kerajaan Majapahit. Masa pembangunannya sezaman dengan Candi Sukuh yang berada tidak jauh dari sana. Candi Cetho tidak berbentuk bangunan menjulang seperti Prambanan, melainkan punden berundak, yakni teras-teras yang tersusun naik di lereng bukit. Kompleks ini awalnya memiliki belasan teras & kini sebagian di antaranya telah dipugar. Pemugaran pada masa lalu sempat menuai kritik karena dinilai mengubah sebagian struktur aslinya.

Candi ini juga masih digunakan umat Hindu untuk beribadah, sehingga pengunjung perlu menjaga sikap & berpakaian sopan.

Relief dan Arca yang Sarat Makna

Daya tarik utama Candi Cetho ada pada relief & arcanya. Di kompleks ini terdapat arca kura-kura yang melambangkan penciptaan alam semesta, lingga & yoni sebagai lambang kesuburan, serta panel relief yang menggambarkan kisah Sudamala. Kisah ini berkaitan dengan cerita Mahabharata & berisi pesan tentang penyucian diri.

Inspirasi bagi Seni Lukis dan Seni Gambar

Bagi pelukis & penggemar seni gambar, Candi Cetho adalah objek belajar yang menarik. Garis relief yang sederhana, susunan teras yang berundak & latar pegunungan berkabut bisa dijadikan bahan sketsa. Banyak pelajar seni mencoba menangkap bentuk relief dengan pensil atau tinta, lalu mengembangkannya menjadi karya baru. Waktu terbaik datang adalah pagi hari, saat cahaya lembut & udara masih segar.

Hubungan dengan Seni Tari

Seni tari tradisional Jawa banyak mengambil cerita dari epos Hindu seperti Mahabharata. Karena itu, kisah di relief Candi Cetho dekat dengan dunia tari klasik, terutama dalam hal tokoh, pesan moral serta gerak simbolik. Penari & koreografer dapat memakai kisah tersebut sebagai bahan pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan seni di area candi sebaiknya dikoordinasikan lebih dulu dengan pengelola karena tempat ini dipakai untuk ibadah.

Tiket Masuk dan Tips Berkunjung

Berdasarkan informasi dari beberapa media wisata, tiket masuk Candi Cetho sekitar Rp10.000 untuk wisatawan domestik dan Rp30.000 untuk wisatawan mancanegara. Tarif & jam buka dapat berubah, jadi sebaiknya cek kembali sebelum berangkat. Bawa jaket karena udara dingin, kenakan alas kaki yang nyaman & jangan lupa membawa kembali sampah Anda.

Dengan nilai sejarah & keindahan alamnya, Candi Cetho layak dikunjungi, baik untuk berwisata maupun untuk mencari inspirasi berkarya.

Mengenal Sanggar Seni Bhineka Aji BHIJI

Bagi yang ingin mendalami seni budaya, Sanggar Seni Bhineka Aji BHIJI dapat menjadi pilihan. Sanggar ini menjadi wadah belajar & pelestarian seni, mulai dari seni tari, seni lukis, hingga seni gambar.

Dengan semangat kebhinekaan, BHIJI mengajak anak-anak, remaja, hingga dewasa untuk berkarya & mencintai budaya Indonesia. Informasi kegiatan, jadwal Latihan & pendaftaran dapat ditanyakan langsung kepada pengelola sanggar.